29 August 2016

3 Tahun


Selamat ulang tahun Zoya Anggara Dhanada....
3 Tahun usiamu. Ulang tahunmu tepatnya 29 Agustus.
Oh ya, postingan ayahmu ini telat sehari. Maklum ayahmu sibuk...sibuk nemenin Zoey main main termasuk acara tiup lilin sederhana di rumah Mendut, Banyuwangi. (Hahahaha, ini alasan ayahmu ae)

Teriring doa buatmu nak...sehat sholeh pintar dan dilancarkan segala urusan.


Seperti tahun sebelumnya, ayahmu ga punya kado untukmu. Untuk ultahmu ke tiga, ayah  cuman nyerviskan sepeda roda tigamu yang rodanya copot satu.
Harga servis di lapak loak cuman 10 ribu.

Pas hari ultahmu, ayah juga ga kasih kado apapun. Cuman urun 100 ribu buat beli kue tart besar buat nanti Rabu dimakan bareng di Paud Nungky.
Oh ya..Paud Nungky itu tempat Zoey saban hari belajar atau tepatnya dititipkan :)... gurunya ada Bu Tika, Bu Umi dan pengasuhnya ada mbak Vivi, Sofie, Islami, Sari, Lastri dan Bu Yin.


Rasanya tak ingin kamu cepat besar. Rasanya ayah ingin Zoey tetep kecil tetep lucu tetep main main tetep meluk tetep nyuruh nyuruh tetep ngamuk tetep nangis nangis dan tetep minta gendong ayah.

Pengen terus lihat Zoey manja ke ibu, meluk ibu, nyium nyium ibu dan guyon sampe ngikik ngakak sama ibu.

Luv u Zoey...jadilah orang yang baik.

ayahmu
30 Agustus 2016

01 August 2016

Sarapan Pagi

Zoey kecil..Agustus 2016 akan berusia 3 tahun, sudah tidak kecil lagi.

Makannya masih kayak dulu, susah susah gampang. Kalau di tempat penitipan makannya buanyak. Kalau di rumah pilih pilih.

Kadang sampai bingung. Ditawari apa apa tetep ga mau.

Pagi 31 Juli..minta maem. Beli nasi ayam goreng ama sate ayam. Alhamdulillah makannya mau, walau ga banyak. Penting keisi perutnya.

Luv u boy.

06 March 2016

Roda Kong


6 Maret 2016, di area parkir Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Zoey kecil berpose di dekat roda truk Tata, truk operasional tim SAR Brimob Ampeldento, Malang.

"Yah...ban kong e guedhe..." teriakmu kagum saat mengamati dengan dekat ban truk.

Oh iya, Zoey kecil ga suka menyebut truk. Zoey lebih suka menyebut kong untuk kendaraan besar macam truk.

Entah darimana asal muasal sebutan kong untuk truk.

Mungkin Zoey kecil mendengarnya dari budhe Roh, yang jadi pengasuh Zoey pas kecil.

Ayah sempat dengar, budhe Roh saat mengendongmu bilang kontainer pada sebuah truk gede yang melintas depan rumah kontrakan di Sutri.

Jadilah Zoey kecil ikutan menyebut kong...kongtainer..hehehe.

Luv yu zoey.

Ayah

26 December 2015

Orang-orang Lugu di Sepak Bola Indonesia


 SAYA tidak ingin berbasa-basi menulis sebuah pengantar mengenai kematian tragis dua suporter Arema setelah bentrok (diserang) suporter Surabaya United di Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (19/12/2015) kemarin. Saya rasa semua orang sudah tahu cerita dengan segala versinya masing-masing.

Saya hanya ingin menulis, bahwa kasus ini bisa dihindarkan jika semua pihak tidak bersikap lugu. Siapa pihak-pihak itu? polisi, gubernur, operator Piala Jenderal Sudirman, dan manajemen klub.

Semua orang sudah paham dan tahu suporter Malang dan Surabaya tidak pernah akur. Banyak kisah tragis antar dua suporter di Jawa Timur ini. Lalu mengapa pihak-pihak ini mengapa tidak membuat perencanaan matang untuk mengamankan suporter yang akan ke Sleman untuk mendukung Arema atau Surabaya United di Piala Jenderal Sudirman.

Yang  terjadi justru sikap lugu alias polos karena berasumsi yang bertanding Surabaya United, bukan Persebaya. Jadi Bonek tidak akan datang dan artinya tidak akan bentrokan antara Bonek dan Aremania.

Haloo?? Apa semuanya belum pernah atau tidak paham rivalitas suporter Malang dengan Surabaya? Dan kemudian acuh pada sebuah potensi bentrokan antar suporter hanya karena yang bertanding adalah Arema Malang melawan Surabaya United bukan Persebaya?

Sikap naif atau lugu ini setidaknya terekam dalam akun twitter Gubernur Jawa Timur Soekarwo, entah itu ditulis adminnya atau memang dari sang Gubernur sendiri. Ketika itu, Soekarwo melalui akun resminya @pakdekarwo1950 menanggapi cuitan seorang netizen dengan menulis  cek lagi apa bener itu Bonek. bukankah Bonek sebutan suporter Persebaya’

Harusnya semua pihak khususnya polisi tanggap dengan ini. Info rombongan suporter sudah tersebar jauh hari, baik melalui organisasi suporter, atau media sosial seperti akun grup suporter di faccebook dan grup wa atau BBM.

Atau aparat telik sandi atau intel polisi memang tidak memantau media sosial, facebook dan grup wa/BBM sehingga tidak tahu ada rombongan suporter Surabaya naik empat truk terbuka menuju Sleman, entah dengan tujuan nonton bola atau mencari perang dengan suporter asal Malang.

Kalau para intel ini tidak tahu ada pergerakan suporter. Lantas kerja merepa apa? Hanya melaporkan sesuatu yang sedang atau telah terjadi?

Andai aparat kepolisian dan TNI (kalau boleh dimasukkan), operator kompetisi dan klub mengetahui ini, mereka bisa menyiapkan skenario yang baik. Minimal memberi pengawalan, membuatkan jalur yang terpisah antar dua suporter agar potensi bentrok tidak terjadi. Nasi sudah menjadi bubur, dua nyawa melayang. Semoga tidak sia-sia.(*)

Wahyu Nurdiyanto, wartawan, pecinta sepakbola, tinggal di Banyuwangi 
@kowokhitam


*catatan: ditulis dengan emosi. rencananya mau dikirimkan ke blog sepakbola, tapi urung  dikirim karena males mau merevisi tulisan hahaha.
** selamat natal semuanya

01 January 2015

Ayo Don, Main ke Pantai

Pagi di awal tahun 2015, berlari di pantai Boom Banyuwangi. Menikmati sejuknya air, menghirup harumnya aroma laut dan menyesap asin air garam.

2015, Semoga jadi awal yang hebat
nothing

ayo nyumbang buku