09 November 2007

Gempita Sedih Di Senayan

penalti budi sudarsono yang sempat membawa harapan



Impian menyaksikan gempita kemenangan di Senayan pupus.
Tim merah putih yang tampil mak nyuss di ajang Piala Asia 2007 justru tampil mlempem.
Senayan menjadi kuburan bagi Ponaryo Astaman dkk. Jumat tanggal 9 November menjadi hari kematian saat dibantai tanpa ampun oleh Suriah dengan skor 1-4 diajang kualifikasi Piala Dunia 2010.
Tak ada kebanggnan, tak ada dukungan, hanya umpatan dan kesedihan.
Kerinduan akan permainan cepat nan rancak yang sempat tersaji di Piala Asia 2007 hilang.
Pemain tertunduk. Pelatih Ivan kolev terlihat bingung.
"Pemain lupa akan sepakbola modern. Lupa bagaimana bermain cepat, lupa cara menyerang dan lupa cara bertahan," ucap Kolev tanpa bisa menyembunyikan kegusarannya.
sebagai pecinta sepak bola nasional, sudah pasti saya sedih dengan hasil buruk ini. atmosfer senayan malam itu terasa berat dan pekat

Ah...saya pun bertambah sedih

4 comments:

Bangsari said...

kualat sama nurdin halid! bebaskan nurdin halid! hidup nurdin halid! *hayyah*

Tukang Nongkrong said...

betul ... pertahankann nurdin halit ... :)

gus pitik said...

hidup nurdin!!hidup nurdin!!

Ndoro Seten said...

Biasa waelah lah.....rausah susah, tiwas direwangi susah, team bale yo tetep payah to?

ayo nyumbang buku